LAMPUNG SELATAN – MelintingNews, 28 Agustus 2026 — Menghadapi dinamika bencana yang kian menuntut kesiapan tinggi, profesionalitas, dan ketangguhan mental tanpa celah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan mengambil langkah strategis mendasar. Melalui kerja sama erat dengan Kodim 0421/Lampung Selatan, Tim Reaksi Cepat (TRC) sedang menjalani gemblengan pelatihan khas militer sepenuhnya di lapangan—sebuah proses pembentukan karakter dan kemampuan teknis yang komprehensif.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan, Maturidi Ismail, S.H., memberikan penjelasan mendalam kepada wartawan MelintingNews mengenai filosofi dan tujuan utama pelatihan yang intensif ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, bencana menuntut respons yang tidak hanya cepat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan di bawah tekanan berat.
“Tujuan utama kami menyusun pelatihan berbasis kedisiplinan militer ini adalah membentuk personel yang benar-benar sigap, cekatan, cepat, tepat sasaran, dan senantiasa siap siaga menghadapi segala bentuk situasi darurat.
Kami ingin setiap anggota Tim Reaksi Cepat memiliki ketajaman naluri, ketahanan fisik prima, serta kesiapan mental yang tak tergoyahkan begitu dipanggil bertugas melayani masyarakat Lampung Selatan,” ujar Maturidi dengan tegas
Maturidi menambahkan, kehadiran tim penanggulangan bencana harus menjadi kepastian pertolongan di tengah situasi kacau; tidak boleh ada keragu-raguan atau kelambatan sedikit pun.
Peringatan Penting Saat Musim Kemarau: Cegah Bahaya Kebakaran dari Diri Sendiri
Selain aspek kesiapan aparat, Kepala BPBD juga tidak lupa menyampaikan pesan kewaspadaan yang sangat relevan dengan kondisi alam saat ini. Di tengah cuaca kering yang mendominasi wilayah, risiko bencana—terutama kebakaran hutan maupun lahan—terbuka lebar.
“Kami juga menghimbau segenap elemen masyarakat Lampung Selatan agar senantiasa berhati-hati dan waspada dalam setiap aktivitas yang berhubungan dengan unsur api.
Saat ini kita sedang berada dalam rentang musim kemarau yang panjang dan tanah terasa kering. Oleh karena itu, janganlah membakar lahan secara sembarangan maupun membuang puntung rokok yang belum padam dengan tidak bertanggung jawab,” serunya.
Pesan Maturidi ditutup dengan ajakan membangun kesadaran kolektif yang kokoh:
“Mari kita cegah segala potensi bahaya kebakaran sejak dari akar pikiran dan tindakan.
Kewaspadaan bersama adalah benteng paling kuat, agar lingkungan tetap lestari dan kita semua terhindar dari musibah yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
REDAKSI : MELINTING NEWS
Sumber : Kepala Pelaksana BPBD Lampung Selatan
Penulis : Sholeh










