Melintingnews.com|Tanggamus – Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), meninjau pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Selasa (21/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan koperasi yang diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi masyarakat desa. Dalam kesempatan itu, Pangdam juga memberikan penjelasan terkait berbagai informasi yang berkembang mengenai lokasi pembangunan koperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Pangdam menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar pembangunan sebuah gedung, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Melalui konsep satu desa satu koperasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga gas dengan harga yang lebih terjangkau.
“Koperasi ini ibarat gula, menjadi penopang ekonomi masyarakat desa. Dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Pangdam.
Menurutnya, keberadaan koperasi juga diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa, mulai dari menampung hasil produksi masyarakat, menyediakan layanan simpan pinjam dengan bunga ringan, hingga mengurangi ketergantungan warga terhadap tengkulak.
Baca Juga: Jaga Disiplin-Cegah Pelanggaran, Prajurit dan PNS Korem 043/Gatam Ikuti Penyuluhan P4GN Kota Metro - Seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Korem 043/Gatam beserta jajaran mengikuti penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Kegiatan ini digelar di Aula Pamungkas Makorem 043/Gatam, Jalan Veteran, Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Senin (18/5/2026). Penyuluhan P4GN ini merupakan program rutin yang wajib diikuti oleh seluruh personel. Tujuannya utamanya adalah untuk menjaga disiplin serta mencegah terjadinya pelanggaran di lingkungan militer. Dalam kegiatan ini, para personel menerima paparan langsung dari tim Rumah Sakit (Rumkit) DKT yang menghadirkan narasumber dr. Purnama Casia Vera Sirait. Ia mengupas tuntas mengenai bahaya laten penyalahgunaan narkoba, khususnya dampaknya bagi instansi militer dan aparatur sipil negara. Kasi Intel Kasrem 043/Gatam, Letkol Inf Jarot Susanto, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran seluruh personel dalam penyuluhan ini. Ia mengingatkan bahwa ancaman narkoba saat ini sudah sangat serius dan menyasar seluruh lapisan masyarakat. "Sebagai prajurit TNI AD, kita harus menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat, memiliki disiplin tinggi, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba," ujar Letkol Jarot. Letkol Jarot berharap melalui edukasi ini, personel dapat memahami secara mendalam dampak buruk narkoba pada kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan sosial. Selain itu, personel juga diminta waspada terhadap modus peredaran narkoba yang kian berkembang. "Penting bagi kita untuk melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini, baik di lingkungan keluarga, kedinasan, maupun masyarakat. Personel harus berperan aktif membantu mencegah dan melaporkan jika ada indikasi penyalahgunaan narkoba di sekitarnya," imbuhnya. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Komitmen dan pengawasan melekat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan satuan yang bersih dari barang haram tersebut. Tak hanya penyuluhan, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine bagi para personel. "Kegiatan tes urine hari ini merupakan bentuk pengawasan internal sekaligus langkah preventif satuan untuk memastikan personel Korem 043/Gatam tetap bersih dari narkoba. Ini bukti komitmen pimpinan dalam menjaga integritas dan kehormatan satuan," tegas Letkol Jarot. "Saya mengajak seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius, menyimak materi, dan menjadikan pengetahuan ini sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari maupun tugas kedinasan," pungkasnya.
Untuk mendukung pelayanan yang lebih efektif dan transparan, Pangdam mendorong pengelola koperasi memanfaatkan teknologi informasi, seperti grup WhatsApp, sebagai media penyampaian informasi mengenai stok barang, harga, dan berbagai layanan koperasi kepada masyarakat.
Menanggapi beragam informasi yang beredar terkait lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, Pangdam menegaskan bahwa seluruh proses penentuan lokasi telah melalui mekanisme musyawarah dan mufakat bersama masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, serta bersama-sama menjaga dan mendukung keberlangsungan koperasi agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain itu, Pangdam menyampaikan bahwa sebelum diresmikan, gedung koperasi dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti musyawarah desa maupun aktivitas sosial lainnya, sehingga keberadaannya sudah dapat memberikan nilai manfaat bagi warga.
Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Koperasi Desa Merah Putih di Pekon Sidokaton diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu memperkuat kemandirian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
(Amr).
Follow WhatsApp Channel melintingnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow